Wahana Visi Indonesia Melalui Pos Gizi Berhasil Meningkatkan Status Gizi Balita di Makki dan Pirime

Wenam, 20 September 2013 – Sekretaris Dinas Kesehatan Lanny Jaya dan rombongan, perwakilan Puskesmas Pirime dan Makki, perwakilan Posyandu Makki, Nabume, Wenam, Tekul, Umbanume, Milimbo, Wiringgambut, Pirime, 7 orang kader pos gizi, 2 orang gembala gereja, dan 221 orang peserta mengikuti perayaan penutupan kegiatan “Pos Gizi” di Gereja Baptis Bethel Wenam pada Hari Jumat 30 September 2013. Pos Gizi merupakan project nutrisi yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) mitra dari World Vision Indonesia untuk mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kapasitasnya memperbaiki status gizi balita (0-5 tahun) mereka.

Project nutrisi ini dimulai dari tanggal 1 September 2010 sampai 30 September 2013. WVI sudah mendampingi sebelas pos gizi yang terdapat di Desa Kemiri, Desa Mamiri (Distrik Makki), Desa Nabume, Desa Yalipok, Desa Wenam, Desa Takobak, Desa Ekanom, Desa Kugame, Desa Tekul, Desa Milimbo, dan Desa Umbanume (Distrik Pirime).

Pos Gizi menjadi prioritas karena ditemukan 20,3% prevalensi berat badan menurut umur balita dibawah standar WHO (kondisi ideal adalah ≤ 15%) di wilayah pelayanan WVI kantor operasional Lanny Jaya. Masalah ini disebabkan oleh pola makan yang kurang memadai dan rendahnya keterampilan orang tua dalam pengolahan makanan bergizi. Melalui Pos Gizi, masyarakat belajar memanfaatkan bahan-bahan makanan dari lahan pertanian mereka sendiri untuk diolah menjadi makanan bergizi kemudian diberikan kepada balita. Mama-mama juga semakin mengerti pentingnya memberikan ASI Eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan.

Wahyu Joko Susilo selaku Area Development Program Manager WVI kantor operasional Lanny Jaya mengatakan bahwa “Selama tiga tahun pendampingan, banyak pencapaian yang dihasilkan. Sebanyak 107  balita menunjukkan kenaikan status gizi dari status gizi bawah garis merah (BGM) ke status gizi baik dan 44 anak balita sedang dalam proses perbaikan gizi. Itu semua bukan karena WVI, melainkan keberhasilan para kader, gembala dan masyarakat yang punya hati memberikan waktu dan dukungan terhadap keberhasilan Pos Gizi”

WVI juga mendampingi balita dengan kasus khusus seperti Meldo (3) dan Mipro (3). Meldo mengalami gizi buruk dengan keadaan awal perut membesar, tidak suka makan, dan terlihat kaki-tangan kecil. Setelah mengikuti empat sesi Pos Gizi, keadaan Meldo  membaik dari status gizi BGM menjadi hijau. Mipro mengalami gizi buruk dengan kondisi awal tidak suka makan dan belum bisa berjalan. Setelah mengikuti sesi pos gizi, Mipro mengalami perubahan status gizi dari BGM menjadi hijau.

Niel Jigibalom selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Lanny Jaya mengaku kagum akan perkembangan gizi yang ada di Lanny Jaya dan berterima kasih atas peran WVI untuk kontribusinya dalam hal gizi. “Saya menugaskan kepada setiap kepala puskesmas di Lanny Jaya yang dimulai dari Distrik Pirime untuk melanjutkan project nutrisi yang sudah WVI lakukan dengan membuat kebun gizi di setiap posyandu dan mendampingi posyandu melaksanakan pos gizi,” ujar beliau.

Usia 0-5 tahun merupakan usia emas dalam kehidupan manusia. Tumbuh kembang anak yang optimal melalui pemberian makanan yang bergizi dan adekuat ketika usia 0-5 tahun akan berpengaruh pada perkembangan fisik, daya tahan tubuh, otak, dan mental anak ketika dewasa. Anak-anak dengan status gizi yang optimal merupakan generasi bangsa yang berkualitas.

Image

 

Image

ImageImage

Image

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s