Pendidikan yang Menyenangkan

Sepuluh rombongan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Lanny Jaya mengikuti studi banding ke Singkawang, Kalimantan Barat. Rombongan terdiri dari Kepala Dinas P&P Lanny Jaya, Kepala Bidang Peningkatan Mutu Dinas P&P Lanny Jaya, 7 orang kepala sekolah, dan 1 orang guru pembantu. Selama dua hari (26-27 Agustus 2013), mereka berkunjung ke SDN 02 Singkawang Selatan dan SDN 04 Singkawang Utara untuk melihat dan mempelajari sekolah harmoni hijau.

Image

Tidak seperti kegiatan belajar mengajar biasanya yang konvensional di mana suasana belajar di dalam kelas kaku, siswa pasif dan murung, guru berdiri di depan kelas siswa hanya mendengarkan, serta lebih berorientasi pada perolehan nilai, SDN 04 Singkawang Utara dan SDN 02 Singkawang Timur, Kalimantan Barat memiliki konsep pendidikan kontekstual hijau yang menerapkan keterkaitan antara kegiatan belajar dan mengajar dengan berbagai sumberdaya di lingkungan setempat yang menembus ruang batas kelas untuk menciptakan pembelajaran bermakna dan seru.

Hijau juga berarti kondisi kehidupan harmonis, yang bisa dicapai melalui penanaman karakter positif kepada para siswa untuk dapat hidup secara harmonis dengan diri sendiri, pencipta, sesama, dan alam. Keseluruhan proses pembelajaran dilakukan dengan melibatkan partisipasi siswa dan peran serta orang tua sehingga terbangun suasana pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

“Pendidikan di Papua daerah pegunungan jauh tertinggal dari Singkawang. Di Papua pegunungan masih banyak anak SD belum bisa baca tulis dan hitung. Kami berkujung ke sini untuk melihat dan mempelajari proses belajar mengajar sekolah yang menerapkan konsep harmoni hijau dengan tujuan dapat mengaplikasikan pendidikan yang sesuai konteks papua pegunungan.” ujar Christian Sohikalit selaku Kepala Dinas P&P Lanny Jaya.

Permasalah pendidikan di Papua pegunungan adalah guru jarang masuk mengajar, kapasitas guru tidak memadai, ketidaktersediaan tempat belajar selain di sekolah, anak tidak punya  peralatan sekolah (69,1 %), minat anak belajar kurang (57,2 %) disebabkan orang tua kurang dorong anak belajar. Penyebab lain, adalah karena anak lebih banyak kerja di sekolah daripada belajar (63,4 %), banyak anak putus sekolah (58,8 %). Di samping itu, kurangnya sarana dan prasarana belajar seperti: buku pelajaran kurang (80,9 %), alat olah raga kurang (94,0 %), dan juga alat peraga sekolah kurang (92,2 %). Karena minat anak untuk belajar kurang mengakibatkan anak sering absen di kelas. Begitu juga pengaruh dari luar mengakibatkan banyak anak sekolah mabuk dan judi (50,1 %).

Dinas P&P Lanny Jaya berkomitmen untuk menerapkan dan mengaplikasikan sekolah harmoni hijau yang sesuai kontesktual Papua pegunungan untuk menjawab permasalah tersebut. Semua elemen sekolah baik guru maupun siswa kelak mempunyai karakter harmoni hijau. Guru-guru melakukan pembiasaan perilaku yang rajin mengajar dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak akan senang datang ke sekolah karena proses belajar yang aktif dan seru. Mereka akan lebih cepat paham baca tulis dan hitung dengan permainan, gerakan dan kejadian yang dialaminnya sendiri. Target Dinas P&P Lanny Jaya, tahun 2016 tidak ada lagi anak-anak SD yang belum bisa baca tulis dan hitung.

Image

IMG_0848

Image

Image

 

 

 

One thought on “Pendidikan yang Menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s