Kegiatan Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) untuk Memenuhi Hak-hak Anak Desa Uebone

Hari Anak merupakan salah satu hari yang diperingati oleh masyarakat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap 1 Juni. Hari Anak Universal diperingati setiap 20 November dimana pada tanggal tersebut Deklarasi Mengenai Hak-Hak Anak diadopsi ditahun 1959. Sedangkan, Indonesia sendiri, memperingati Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli. Pada dasarnya, hari anak diperingati untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.

Sementara, anak-anak di desa dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Development Program (ADP) Touna belum terpenuhi hak-haknya. Masih banyak ditemukan isu-isu seperti: (1) waktu yang dimiliki orang tua untuk menemani anak belajar terbatas, (2) orang tua kurang memperhatikan anaknya (3) beberapa orang tua membawa anak mereka ke ladang dari pagi hingga sore, (4) pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender rendah, (5) ruang untuk anak mengembangkan potensinya tidak ada (6) banyak anak belum memiliki akte kelahiran.

Berdasarkan latar belakang di atas dan rencana kegiatan Financial Year (FY) 2013 untuk melakukan gerakan menabung bagi anak dan kegiatan spesial anak dampingan, WVI ADP Touna bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tojo Una-una melaksanakan perayaan HAN yang bertujuan menyediakan ruang untuk anak berkreasi dan sarana pemenuhan hak anak seperti: hak sipil dengan pembuatan akte kelahiran gratis, hak perlindungan (akte kelahiran melindungi anak secara perdata), hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya.

Kegiatan perayaan HAN diadakan pada Minggu, 23 Juni 2013 dari pukul 08.00-14.00 WITA di Desa Uebone. Desa Uebone dipilih sebagai tempat penyelenggaraan HAN yang pertama kali diselenggarakan oleh WVI ADP Touna karena jumlah anak usia 3-12 tahun paling banyak di antara desa dampingan lainnya dan jumlah Registered Child (RC) atau anak dampingan paling banyak yang belum menerima manfaat dari project sponsorship. Kegiatan HAN diikuti oleh: 62 RC Desa Uebone, 38 anak non RC Uebone, 6 anak RC dari masing-masing  Desa Tete B, Kajulangko, Mantangisi, dan Urundaka serta para orang tua yang mendampingi anak-anaknya. HAN ini juga dihadiri oleh para undangan dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kab. Tojo Una-una, Camat Ampana Tete, dan Koramil Ampana Tete.

HAN ini merupakan kegiatan spesial bagi anak-anak peserta, di mana mereka melakukan kegiatan pembuatan akte kelahiran secara gratis, memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan seni budaya: lomba mewarnai gambar (anak usia 3-5 tahun), lomba memanfaatkan kelobot jagung untuk menghias celengan (anak usia 6-9 tahun), lomba membuat celengan dari barang bekas dan bahan alam (anak usia 9-12 tahun), menampilkan tarian, nyanyian, puisi, dan peragaan pencat silat; menerima pendidikan mengenai: hak-hak anak, tujuan menabung, 7 langkah cuci tangan pakai sabun (CTPH), dan tanggap bencana gempa bumi. Orang tua yang menghadiri HAN ini juga berkesempatan mengikuti demo pelatihan pemanfaatan kelobot jagung menjadi kerajinan tangan.

Melalui perayaan HAN ini pula dilakukan gerakan menabung pada kelompok anak dengan langkah awal sosialisasi menabung, membuat celengan untuk tabungan, dan pembagian buku pengelolaan tabungan.

Dalam pelaksanaan kegiatan HAN ini, WVI ADP Touna melakukan pembagian peran dengan mitranya yaitu masyarakat selaku panitia lokal dan Dinas Dukcapil. WVI memberikan uang konsumsi (snack, minum, dan makan siang) dan dekorasi kepada masyarakat yang menjadi panitia lokal untuk mereka kelola. Masyarakat menyumbang tenaga dalam menyiapkan tenda, panggung, makanan, dan dekorasi. Masyarakat juga menyumbangkan terpal untuk tenda, dan papan untuk panggung. Masyarakat meminjamkan genset, ruang kelas, lapangan, kursi, meja, taplak, dan karpet untuk mensukseskan kegiatan perayaan HAN. Dinas Dukcapil selaku mitra membantu proses pembuatan Akte Kelahiran. Dinas Dukcapil mencetak Akte Kelahiran secara langsung di tempat kegiatan perayaan HAN secara gratis. Dalam melaksanakan kegiatan atau project, WVI berusaha untuk selalu melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah. Kemitraan dapat meningkatkan hubungan antara WVI ADP Touna dengan mitra dan membangun hubunngan dengan mitra yang belum mengenal WVI. Selain itu, kemitraan juga memberikan dorongan kepada dinas terkait untuk mau melaksanakan pelayanan yang maksimal dan berkelanjutan kepada masyarakat. Bagaimanapun juga, masyarakat dan pemerintah daerah sendirilah yang akan melanjutkan kegiatan pemberdayaan di masyarakat secara berkesinambungan dalam jangka waktu yang panjang.

WVI ADP Touna beserta mitranya mampu melaksanakan kegiatan perayaan HAN dengan lancar dan dihadiri anak-anak sejumlah 156 anak. Sebanyak 86 RC berkontribusi dalam program, 95 anak sudah memiliki celengan, 124 anak memiliki buku pengelolaan tabungan, 117 anak mendapatkan akte kelahiran, sebanyak 82 orang tua RC mendampingi anak-anaknya mengikuti kegiatan HAN, 32 anak-anak mengikuti kegiatan pemutaran film terkait 7 langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan tanggap bencana. Catatan positif lainnya adalah peserta, orang tua, dan Dinas Dukcapil mau mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. Diharapkan setelah kegiatan perayaan HAN ini, anak-anak senang, orang tua sadar tentang hak-hak anak dan pola pikir orang tua dan anak terhadap tabungan berubah.

Image

Kegiatan HAN perlu ditindaklanjuti dengan membentuk KBA (Kelompok Belajar Anak). KBA akan mengajarkan anak cara membuat celengan, menghias celengan dari kelobot jagung, pelatihan manajemen keuangan dengan mencatat di buku pengelolaan tabungan, dan pelatihan pemanfaatan kelobot jagung. Fasilitator dalam kegiatan KBA nanti adalah orang tua atau kader yang telah mengikuti demo pemanfaatan kelobot jagung di HAN. Melalui KBA ini, ruang untuk anak berkreativitas dan menggali potensi dapat terwujud. Orang tua anak juga diajak meluangkan waktu untuk menemani anak mengikuti kegiatan di KBA.

WVI ADP Touna juga dapat menindaklanjuti kegiatan HAN ini menjadi cikal bakal terbentuknya Forum Anak ditingkat desa. Seluruh anak RC di desa masing-masing dilibatkan untuk menjadi anggota Forum Anak. Tahap awal pelaksanaannya, Forum Anak dapat berpartisipasi menyuarakan pendapatnya untuk mensukseskan kegiatan perayaan HAN di tahun berikutnya. Forum Anak dapat menjadi panitia dan memberikan kontribusi penampilan pentas seni atau kerajinan tangan pada saat perayaan HAN. Melalui HAN, Forum Anak juga dapat menyuarakan pendapatnya tentang hak-hak anak dan hak-hak mereka yang belum tercapai. Anak-anak melalui Forum Anak dapat pula mensukseskan terwujudnya desa layak anak.

4 thoughts on “Kegiatan Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) untuk Memenuhi Hak-hak Anak Desa Uebone

  1. Hai Eko🙂 terima kasih tulisannya.
    Dirimu sedang bergabung di WVI ya? Kalau ada event tertentu yang berkaitan dengan anak-anak atau sosial lainnya, boleh donk aku diinfokan. Siapa tau aku bisa ikutan join di momen itu dan tidak berhalangan…
    Thanks Eko🙂

  2. hay Mas Eko,,,Saya Daud dari NTT..sekarang Saya juga sedang bergabung di Forum Anak Alor Binaan WVI ADP Alor,,sekarng kami sedang mempersiapkan diri untuk perayaan HAN 2013,,,Kami Forum Anak Alor ditunjuk sebagai Panitianya,,,saya senang…oh ya mas Eko kalau ada kegiatan lain mohon aku diinfokan yaaaa thanks before

    • Halo Daud, salam kenal ya🙂
      Wah, saya senang tulisan saya dibaca sampai alor hehehe
      Mantap daud, semoga senang dan semangat ya mempersiapkan HAN nya.
      Ayo kita suarakan pendapat kita di forum anak!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s