Pemanfaatan Lahan Tanaman Pekarangan Dusun Weijime 100% Organik

Dusun Weijime terletak di daerah perbukitan yang terdapat di Desa Marowo, Kecamatan Ulu Bongka, Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Butuh waktu 1 jam menggunakan motor dari Desa Marowo untuk dapat sampai ke atas. Mobil tidak dapat masuk ke dusun ini diakibatkan medan yang sulit.

Dusun ini merupakan daerah remote area. Sangat sedikit orang yang datang ke dusun ini. Pemukim daerah ini adalah suku Bare’e yang berjumlah sekitar 40 kepala keluarga. Keluarga inipun jarang ke luar dari dusunnya kalau tidak ada urusan jualan hasil pertanian. Ya, semua kepala keluarga di dusun ini bahkan istrinya adalah petani. Mereka menanam cokelat dan kelapa. Karena daerah terpencil dan jarang orang mau bersusah payah datang ke dusun ini, mereka susah untuk mendapat sayur dan buah. Akibatnya mereka mengeluarkan uang banyak untuk membeli sayur karena ongkos untuk mendapatkan sayur turun ke desa yang menjual sayur cukup besar. Atau, pengeluran mereka banyak keluar untuk membeli mie instan sebagai pengganti sayur. Mie instant berkuah dengan bumbu-bumbunya mungkin kelihatan seperti sayur berkuah bagi mereka.

Oleh karena itu, World Vision Indonesia (WVI) bekerjasama dengan BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pangan) Provinsi Sulawesi Tengah melalui program pengembangan ekonomi mengadakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang ditanami sayur-sayuran dan buah-buahan melalui metode sekolah lapang pengelolaan hama terpadu (SLPHT). “Saya senang sekarang kami mulai menanam sayur di sini,” kata Ratna Ndolu (8) anak kepala dusun Weijime yang merupakan anak dampingan WVI. Diharapkan pengeluaran mereka dapat ditekan dan uang yang lebih dapat ditabung. Uang tabungan tersebut digunakan untuk pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Warga di dusun Weijime ini diberikan pelatihan tentang cara pembenihan, cara menanam sayur-sayuran atau buah-buahan seperti: sawi, kangkung, merica, bawang, terung, tomat dan pepaya; cara membuat pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran dan air seni hewan peliharaan, dan cara membuat pestisida nabati yang bahan dasarnya dapat diperoleh dari kunyit, daun serai, daun sirsak, air cucian beras atau tembakau. Bahan-bahan tersebut ditumbuk-dihancurkan dan dilarutkan dengan air kemudian didiamkan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu, cairan pestisida nabati tersebut dapat disemprotkan ke daun tanaman untuk mengusir semut, belalang atau hama lainnya.

 

Warga juga diajarkan cara memanfaatkan sabut kelapa atau bungkus-bungkus kemasan yang tidak dipakai untuk dijadikan pot. Benih-benih sayuran yang sudah berkecambah di kebun pembenihan dapat dipindahkan ke pot-pot tersebut. Pot yang berisi kecambah tanaman sayur-sayuran dapat diletakkan di pekarangan rumah dan menjadi tanaman pekarangan rumah. Bila pot-pot tadi disusun rapih dapat juga memperindah lingkungan pekarangan rumah warga.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan pengolahan tanaman pekarangan, tanaman yang dihasilkan 100% organik. Tanaman yang akan dikonsumsi warga baik daun, batang ataupun buahnya tidak mengandung bahan kimia mulai dari pupuk, pestisida, dan bahan-bahan yang digunakan. Semuanya alami. Tidak seperti sayuran dan buah-buahan yang sering kita makan. “Di Palu, kebanyakan petani menyemprotkan pestisida 1 minggu sebelum panen dan itu yang kita makan. Walaupun dicuci, dibersihkan, dan dimasak, bahan kimia tersebut masih tersisa dan larut di sayuran yang kita makan sehari-hari,” kata Pak Yakob Bunga dari BPTP Palu. “Coba bayangkan apa yang terjadi jika sering mengkonsumsi bahan kimia tersebut dalam jangka waktu yang lama,” lanjut beliau.

 

World Vision Indonesia ADP Touna berharap warga dusun Weijime dapat megaplikasikan kegiatan sekolah lapang tersebut di lahan pekarangan warga masing-masing. Nantinya, ibu-ibu di dusun ini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk urusan dapur. Mereka tinggal petik di pekarangannya. Pengeluaran dapat ditekan, anak dan keluargapun sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s