Pergumulan Selama Menjadi Pengangguran

Hal yang paling menyenangkan ketika test kerja masuk perusahaan adalah bertemu orang-orang baru dari berbagai universitas dan latar belakang pendidikan. Saya sering mendapat kenalan baru dan saling berbincang-bincang berbagi cerita dengan mereka ketika mengikuti test ataupun interview kerja. Sesama pencari kerja pastilah memiliki kegundahan dan kehasratan yang sama akan masa depan. Satu hal yang paling menarik dari perbincangan tersebut adalah pembahasan mengenai passion dan tujuan hidup.

Dari perbincangan dan sharing dengan teman-teman ataupun kenalan baru di tempat test kerja, saya berpikir bahwa di Indonesia ini sedikit pekerja yang bekerja sesuai dengan passionnya. Jika kita ingin bekerja sesuai dengan passion maka hal tersebut akan membentuk karakter kita menjadi orang yang idealis. Menurut saya, orang yang idealis akan dapat menjadi idealis ketika dia sudah merdeka dengan tuntutan financial. Orang bekerja semata-mata untuk membayar tagihan biaya rumah tangga, belanja dapur, biaya sekolah anak, biaya liburan, biaya asuransi, kredit dll. Karena tuntutan finansial tersebut, orang bekerja layaknya budak kapitalis demi penghasilan, karir, dan jabatan serta melupakan passion atau tujuan hidupnya.

Pergumulan tersebutlah yang sedang saya rasakan sekarang. Sebagai fresh graduate dari FKM UI jurusan gizi, saya sekarang dihadapi dengan pergumulan untuk memilih dan melamar pekerjaan. Tentu saja, awalnya, saya ingin pekerjaan dengan salary yang tinggi, jenjang karir yang jelas, pengembangan interpersonal terus menerus selama bekerja, dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan saya. Tetapi, sekarang ini saya kembali merenungkan passion saya dan tujuan hidup saya di dunia ini. Saya tidak ingin terjerembab ke dalam siklus para budak kapitalis yang bekerja semata karena uang dan menjadikan diri sendiri sebagai prioritas utamanya. Saya hanya hidup sekali dan sebentar di dunia ini, saya ingin sekali membuat karya nyata dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi pada masyarakat yang tinggal di pedalaman dan kurangnya perhatian terhadap mereka. Saya ingin menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk turut dalam pengabdiaan masyarakat dan menjadi socialpreneur yang selesai dengan kepentingan pribadinya dan lebih mengutamakan kepentingan orang banyak atau masyarakat sekitar di mana dia tinggal.

Tetapi, inilah yang menjadi kelemahan terbesar saya saat ini, saya tidak tau langkah-langkah konkret untuk dapat mencapai tujuan hidup saya tersebut. Saya ingin sekali memulai karir di NGO (Non Government Organization) International, kemudian memiliki yayasan sosial sendiri, dan terakhir saya ingin kembali ke daerah asal saya dan membangun daerah tersebut. Saat ini, saya hanya disibukkan dengan membantu penelitian dosen sebagai surveyor dan enumerator. Saya hanya berharap kegiatan tersebut merupakan pintu masuk untuk menuju ketahap selanjutnya yang mengantarkan saya bekerja di NGO dan berkarya di sana.

Walaupun dengan pergumulan yang saya hadapi sekarang dan ketidak pastian akan masa depan, saya tetap yakin Tuhan pasti punya rencana tersendiri buat saya. Itulah yang menguatkan saya sampai sekarang untuk tetap semangat mempersiapkan diri yang sekarang demi masa depan yang diidamkan. Saya berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan kehendak Tuhan yang terjadi pada saya bukan kehendak pribadi. Biarlah sekiranya Tuhan memakai saya untuk tujuan yang lebih mulia dari sekedar menjadi pekerja biasa.

4 thoughts on “Pergumulan Selama Menjadi Pengangguran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s